Yang Harus Dipikirkan

Submitted by on Nov 3, 2018

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis,  semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”

(Filipi 4:8).

Kita semua telah mendengar orang berkata, “Saya benar-benar tidak tahu harus berpikir apa.” Si pembicara merasa bingung tentang sesuatu. Barangkali suatu kali kita semua pernah mengalami hal seperti itu. Tapi ketika berbicara tentang gaya hidup, Paulus mengatakan kepada jemaat Filipi penerima suratnya apa yang yang harus mereka pikirkan.

Semua yang benar—Paulus menggunakan kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang nyata, yang sahih, dan sesuai dengan kenyataan. Ia tidak mengajukan sebuah fiksi yang tak dapat diterima oleh jemaat Kristen. Fiksi yang baik, meskipun sebuah kisah rekaan, merupakan cerminan mendalam dari kenyataan.

Semua yang mulia—Kata sifat ini merujuk pada sesuatu yang mengandung harga diri. Ia menyatakan sebuah kualitas hidup yang menimbulkan kekaguman dan rasa hormat dari orang lain. Dalam bahasa Yunani sekuler, istilah ini digunakan untuk orang, khususnya orang yang sudah tua, yang memiliki karakter mantap dan bijaksana. Keutamaan menandai hidup mereka. Mereka orang-orang yang serius dan tidak bersikap aneh-aneh.

Semua yang adil—Paulus menggunakan sebuah kata sifat yang umum di- gunakan di antara orang-orang kafir. Ia menunjukkan sebuah kualitas yang selaras dengan norma-norma masyarakat—yang dianggap umum sebagai pantas dan adil. Istilah ini menggambarkan kepatuhan terhadap hukum dalam hubungan dengan sesama dan ketaatan kepada Allah. Ia juga menekankan sebuah integritas.

Semua yang suci—Istilah ini berarti bersih—bukan secara fisik tapi secara moral. Ia merujuk pada kebebasan dari noda dan dapat diterjemahkan “tak berdosa,” “rendah hati,” atau “tulus hati.”

Semua yang manis—Kata yang dipilih oleh Paulus mengandung arti sesuatu yang membuat orang senang. Secara negatif: itu bukan sesuatu yang tidak menyenangkan. Secara positif: itu adalah sesuatu yang memikat hati—dalam arti yang baik.

Semua yang sedap didengar—Sesuatu yang patut dihindari karena begitu menjijikkan, tapi kata sifat yang satu ini menggambarkan sesuatu yang begitu bermanfaat—pantas menerima penghargaan. Kata benda bentukan ini dapat diterjemahkan sebagai “yang [seharusnya] dihormati dan dihargai orang.”

Kesimpulannya, Paulus menulis, pikiran kita dapat memikirkan segala sesuatu yang secara moral dapat disebut sebagai kebajikan dan patut dipuji.