Identitas Kristus

Submitted by on Nov 5, 2018

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan… segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia”

(Kolose 1:15, 16).

Seperti di Filipi, di sini pun Paulus mengutip sebuah lagu Kristen (ay. 15-20). Syairnya dipenuhi ungkapan emosi yang menunjukkan identitas Kristus. “Gambar Allah yang kelihatan”—Di buku ini kita menggunakan kiasan sebuah album potret—tentang Allah. Namun Allah sendiri tidak dapat dipotret… karena ia tidak kelihatan. Meskipun kita menjumpai kata-kata yang menggambar- kan Allah di dalam Perjanjian Lama, potret yang paling jelas tentang Allah adalah Yesus Kristus, yang membuat Allah yang tidak kelihatan menjadi kelihatan.

“Yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”—Lagu ini menggunakan sebuah istilah yang menekankan keunggulan dan keutamaan seseorang. Kristus sebelum terlahir sebagai manusia bukanlah bagian dari ciptaan tapi mendahului ciptaan.

“Di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu”—Kristus sebelum terlahir sebagai manusia dapat disebut “yang sulung” karena Ia adalah pribadi Allah dalam penciptaan. Karena Dia “ada terlebih dahulu dari segala sesuatu” (ay. 17), “segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (ay. 16).

“Segala sesuatu ada di dalam Dia”—Menurut lirik lagu ini, Kristus bukan hanya menciptakan segala sesuatu tetapi juga menopang segala sesuatu. Bentuk kata kerja purna waktu (perfect tense) di sini berarti bahwa Kristus yang sudah ada sebelum segala zaman itu, menjadikan alam semesta dan terus memelihara keberadaannya. Menjadi Pencipta saja tidaklah cukup; Ia juga Pemelihara.

“Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat”—Lagu ini berlanjut di ayat 18 dan terus menonjolkan keutamaan Kristus dengan menggambarkan hubungan-Nya dengan “hal” lain yang diciptakan dan ditopang-Nya—gereja.

“Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati”—Karena kebangkitan-Nya, Yesus menjadi “yang sulung” (ay. 18) bangkit dari orang mati. Bukan hanya Ia adalah yang sulung dari segala ciptaan tetapi juga yang sulung dari segala yang mati. Oh, sebelum Minggu Paskah sudah ada yang dibangkitkan, tetapi mereka mengalami kematian lagi. Tidak demikian dengan Yesus. Inilah yang membuat-Nya lebih utama. “Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia”—Allah berdiam di dalam Yesus (ay. 19) dengan segala kepenuhan-Nya sehingga membedakan-Nya dari kita semua yang juga adalah anak-anak Allah.

Maksud lagu ini adalah bahwa Kristus “lebih utama dalam segala sesuatu” (ay. 18). Namun akhirnya, keutamaan-Nya itu tunduk di bawah Bapa sendiri (1 Kor. 15:28).